Random Al Qur'an

Login Form






Lupa Kata Sandi?
Belum memiliki akun? Daftar

Random News

Doa untuk memasuki Rumah Baru
1. Membaca Surat Al Baqarah (lengkap)2. (Afdhal) Membaca surat Ali Imran (Lengkap)3. Membaca Alfatiha4. Membaca Ayat Kursi 7 X5. Membaca Surat Al...
Persoalan Dalam Kitab Nikah
Serpong (aai-news):Ada yang menarik dari pengajian malam jum'at (30/4/09) di Masjid Nurul Hikmah, sebab tema pengajian yang biasanya adalah...
Waqaf dan Iklan Parpol
Dalam Iklan salah satu Partai Politik : "Saya bersumpah dan mewakafkan sisah hidup ini untuk ikut menyejahterahkan rakyat...
Home
Puncak Acara Milad ke 3 Jatiqo
Rabu, 16 Juni 2010

Serpong (Jatiqo) :

Ketua Umum Jam'iyah Tilawatil Qur'an, Gus Arifin, menjelaskan mengenai Rangkaian Acara Milad ke 3 Jatiqo, bahwa, acara Training Imam shalat Tarawih yang semula di jadwalkan tanggal 24 Juli 2010 dimajukan menjadi tanggal 17 juli 2010. Dalam penjelasannya, Gus Arifin juga menjelaskan rencana acara Khitanan dan Pengobatan Massal untuk para Dhuafa', dimana partisipasi dari jamaah/individu dan juga instansi/BUMN dalam rangka peduli terhadap fuqara dan masakin ini cukup besar. Terbukti dengan, Insya Allah, bantuan dari PT PGN (Persero) Tbk, SBU 1, berupa Mobil Sehat yang akan memberi layanan kesehatan cuma-cuma kepada sekitar 120 an orang. "Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh donatur, para ahli shadaqah, individu maupun instansi/BUMN, semoga menjadi amal shalih yang diridhai Allah subhanahu wata'ala." sambung Gus Arifin. 

Rangkaian Acara Milad ke 3 Jam'iyah Tilawatil Qur'an diselenggarakan serentak, sebelumnya di Jatiqo Jawa Timur, di Pusat dan di Banten. Untuk acara hari sabtu 19 Juni 2010 akan dihadiri oleh Walikota Incumbent Tangerang Selatan, juga para calon-calon  walikota Tangsel. Bertempat di Graha AAI dan Taman Fedora Pakujaya Serpong Utara Tangerang Selatan, mulai jam 06.30 pagi hingga selesai (dept it/data).  

 
Berita dari Jam’iyah Tilawatil Qur’an DPW Jawa Timur
Selasa, 08 Juni 2010

Surabaya, Bhirawa

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jam’iyah Tilawatil Quran Provinsi Jatim, Drs H Choirul Anam, menurut rencana, Bulan Juli mendatang bakal memberikan pelatihan kepada para imam salat tarawih di Jakarta. Kegiatan ini atas inisiatif Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Jam’iyah Tilawatil Quran, KH Ir Agus Arifin (Gus Arifin).

 

Hal itu dikatakan Choirul Anam pada acara hataman Alquran dan peduli yatim dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Pertama JTQ Jaim, di Masjid Hidayatullah, Jl Raya Kandangan, Benowo, Surabaya, Sabtu (29/5).

 

Choirul Anam yang juga pengasuh acara Teletartil JT FM (Radio Pemprov Jatim) itu lebih jauh menjelaskan, ide itu muncul bermula ketika dirinya melalui akun Facebook menampilkan video bacaan Surat Al Fatihah dengan menggunakan tujuh variasi lagu-lagu dalam Alquran, yakni Bayyati, Hijaz, Shoba, Rast, Jiharkah, Sikah, dan Nahawand.

 

‘’Saya sendiri tidak tahu, kenapa tiba-tiba beliau (Gus Arifin, red) ketika ngobrol melalui Facebook, kemudian tertarik dengan video itu. Katanya, beliau sudah ngomong-ngomong dengan teman-teman di Jakarta. Mereka tertarik dengan pembacaan ayat suci Alquran dengan menggunakan berbagai variasi lagu tersebut, dan berniat mendatangkan saya ke Jakarta,’’ kata Choirul Anam yang juga juara MTQ Wartawan itu.

 

Diakui Choirul Anam, tidak banyak para qari’ atau imam-imam salat di masjid atau musalla yang menggunakan bacaan dengan berbagai variasi lagu seperti itu. Karena itu, jika hal ini bisa dikembangkan, maka tentu umat Islam akan kaya dengan variasi dalam bacaan Alquran. ’’Kita harapkan hal ini juga akan bisa berkembang di Jatim,’’ katanya.

 

Menurut Anam, kalau para imam, khususnya imam salat tarawih bisa menggunakan banyak variasi seperti itu, tentu para makmum tidak akan bosan mengikuti salat tarawih, meski jumlah rakaatnya cukup banyak.

 

Sementara itu, sebagai tradisi Jam’iyah Tilawatil Quran, dalam kesempatan yang digelar Sabtu (29/5), Jam’iyah Tilawatil Quran Jatim memberikan santunan sekitar 50 anak yatim/piatu. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang kedua kalinya sejak Jam’iyah itu diresmikan tanggal 9 Mei tahun lalu. Kegiatan yang pertama dilaksanakan pada 3 Januari lalu, yang juga menyantuni anak yatim.
Jam’iyah Tilawatil Quran adalah sebuah organisasi keagamaan yang bergerak di bidang keagamaan dan pendidikan, khususnya Alquran dan ilmu yang terkait dengannya. Lembaga ini dibentuk, di samping untuk mempelajari/mengkaji, menghafal, mengkhatamkan Alquran, juga untuk mendidik dan membimbing masyarakat muslim, khususnya dari kalangan generasi muda muslim agar mampu membaca/menulis dan menghafal Alquran dengan baik dan benar serta mengamalkan seluruh ajaran Alquran dalam kehidupan sehari-hari.


Jam'iyah Tilawatil Quran Jatim merupakan cabang dari Jam'iyah Tilawatil Quran yang berpusat di Jakarta (Tangerang), yang didirikan KH Ir Agus Arifin (Gus Arifin) dan Ust Yusuf Mansur. Jam'iyah Tilawatil Quran Pusat didirikan 11 Rajab 1428/26 Juli 2007. Sementara Jam'iyyah Tilawatil Quran Provinsi Jatim baru diresmikan pada 9 Mei 2009.n fen

 
Milad ke 3 Jatiqo
Selasa, 08 Juni 2010

Rangkaian Kegiatan Dalam Rangka Milad ke 3 Jam’iyah Tilawatil Qur’an :

·         Ziarah ke Maqam para Waliyullah ( Demak, Kadilangu, Kudus dan Cirebon)  11- 13 Juni 2010

·         Khitanan Massal dan Pengobatan Massal  19 Juni 2010 di Graha AAI – Fedora J02/1 Pakujaya Serpong Utara Tangerang

·         Training Imam Shalat Tarawih 24 Juli 2010 di At Taqwa Nusa Indah Loka Graha Raya Bintaro Jaya, Insya Allah di training oleh Drs.H.Chairul Anam (Qari' Qira'ah Sab'ah/ Ketua DPW Jatiqo Jawa Timur).

 
BELANJA ONLINE : BUKU-BUKU TULISAN GUS ARIFIN
Senin, 17 Mei 2010
Buku-buku karya Gus Arifin dapat dibeli secara Online di www.gusarifin.com
Menu Baru di www.gusarifin.com
 
Belanja Online  Buku-buku Tulisan Gus Arifin 
Dapatkan harga yang lebih murah dibandingkan di toko Buku
 
Kisah Harut dan Marut
Sabtu, 08 Mei 2010

Hārūt dan Mārūt (Arab هاروت وماروت) adalah dua malaikat yang diutus oleh Allah ke negeri Babilonia. Nama mereka disebutkan didalam Al Qur'an pada surat Al Baqarah ayat 102:

وَاتَّبَعُواْ مَا تَتْلُواْ الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيْاطِينَ كَفَرُواْ يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولاَ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلاَ تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُم بِضَآرِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلاَ يَنفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُواْ لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاَقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْاْ بِهِ أَنفُسَهُمْ لَوْ كَانُواْ يَعْلَمُونَ

“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya Kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua Malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa Barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, Tiadalah baginya Keuntungan di akhirat, dan Amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.” (QS. Al Baqarah (2) : 102)

Syeikh Athiyah Saqar menyebutkan bahwa di beberapa buku tafsir disebutkan kedua malaikat itu telah diturunkan ke bumi sebagai fitnah sehingga Allah swt  mengadzab mereka berdua dengan menggantung kedua kaki mereka, perkataan para mufassir ini bukanlah hujjah (dalil) dalam hal ini, hal itu berasal dari warisan masyarakat Babilonia dan penjelasan orang-orang Yahudi serta kitab-kitab Nasrani.

Dan perkataan mereka yang paling dekat tentang kedua malaikat tersebut adalah bahwa masyarakat saat itu mendapatkan fitnah dengan para tukang sihir sehingga mereka mengangkat para tukang sihir itu sampai ke derajat para nabi. Kemudian Allah swt  menurunkan dua malaikat untuk mengajarkan kepada manusia sihir agar mereka bisa membedakan antara sihir dengan kenabian serta memperingatkan mereka tentang fitnah terhadapnya. Atau—ada juga yang mengatakan—bahwa mereka berdua adalah dua orang yang memiliki ilmu dan akhlak mulia sehingga menjadi fitnah di masyarakat dan mereka memberikan kepada kedua orang itu nama dua malaikat. Hal ini dari aspek penyerupaan dan gaya bahasa yang sudah difahami sejak dahulu sebagaimana saat ini nama Malaak digunakan untuk seorang yang istimewa.

Didalam cerita-cerita kuno masyarakat Babilonia terdapat dua orang yang memiliki nama mirip yaitu Harut dan Marut. Masyarakat saat itu begitu kagum dengan mereka berdua sehingga memberikan kepada keduanya nama dua malaikat. Bahkan kekaguman mereka terhadap keduanya pun bertambah sehingga meyakini bahwa mereka berdua adalah Tuhan.

Kemudian orang-orang Yahudi mempelajari peninggalan dari kedua orang itu berupa hikmah dan sihir yang menjadikan mereka lebih disibukkan olehnya daripada (membaca) Kitab Allah dan mereka pun membuang Kitab Allah itu di belakang punggung mereka.

 

Maka para malaikat memilih dua malaikat diantara mereka yang bernama harut dan marut,  lalu Allah memberikan  syahwat kepada keduanya dan menurunkan  keduanya  kemuka bumi dan memerintahkan  agar mereka menghukumi manusia  dengan kebenaran  dan melarang mereka dari menyekutukan-Nya, membunuh jiwa  dengan tanpa haknya dan dan berbuat zina serta meminum khamr.  Maka mereka pun menghakimi manusia dengan adil  di  siang  harinya dan  bila sore  hari mereka berdzikir kepada Allah  yang Mahaagung lalu mereka naik ke langit. Mereka melakukan hal ini selama sebulan.

Kemudian datanglah kepada mereka seorang  wanita yang sangat cantik, elok, seksi  clan memakai pakaian  yang paling mewah. Wanita itu bemama Zahrah, dari  penduduk persia dan menguasai  beberapa kota dan masuk ketempat harut dan marut dalam keadaan bersolek dan menguraikan rambutnya serta merias wajahnya dan mengadukan kepada kedua malaikat itu tentang orang yang memusuhinya. Tatkala melihamya mereka tergoda dengan cintanya. Wanita  itu pun pergi dan kembali  lagi keesokan harinya. Mereka saling menceritakan  rasa cinta  kepadanya  satu  sama  lain sehingga mereka berani merayunya  tetapi wanita itu menolak dan pergi kemudian  kembali lagi  pada hati berikutnya. Mereka pun merayunya kembali namunia menolak dan berkata kepada  keduanya: "Aku  tidak akan menerima ajakan kalian sehingga kalian mau melakukan apa yang aku inginkan yaitu hendaklah kalian menyembah patung dan meminum khamr."

 

Mereka berkata: 'Tak mungkin  semua  itu kami  lakukan sebab Allah melarang kami melakukan  itu  semua."

Mereka menolak keinginannya  dan ia  pun menolak keinginan keduanya dan meninggalkan mereka. Namun perasaan cinta mereka semakin bertambah kepadanya dan mereka tak kuat  lagi menahan dan menuju kearah rumah wanita itu serta mengetuk pintunya. Ia menerima mereka dan keduanya pun masuk kedalam rumahnya. Lalu wanita itu menyediakan mereka makanan dan keduanya memakannya lalu kembali merayu wanita  tersebut wanita itu berkata:

"Kalian  telah tahu apa yang aku inginkan,"

 

Keduanya menjawab: "Syrik  adalah dosa besar dan membunuh adalah dosa besar pula sedangkan meminum khamr  adalah lebih ringan dari ini semua dan nanti kita akan minta ampun kepada Allah swt."

 

Mereka tidak tahu bahwa khamr adalah induknya  kejahatan, lalu mereka meminum  khamr.  Pada saat mabuk mereka pun 'jatuh' dalam pelukan perempuan itu dan berzina dengannya. Akan tetapi perbuatan mereka dilihat oleh orang  lain sehingga  keduanya membunuh orang itu  karena  takut  dia membeberkan perbuatan  mereka.  Perempuan  itu memerintahkan mereka sujud menyembah berhala dan mereka melakukan  hal itu dan menjadi  kufur.

 

Al Kisa'i mengatakan, pada saat Harut dan Marut melakukan perbuatan ini  dan terjatuh pada lembah dosa tersebut mereka ingin naik ke langit namun sayap mereka tidak lagi menaati mereka. Mereka pun mengetahui apa yang mereka perbuat dan keduanya menghadap Nabi  Idris  عليه السلام  serta menceritakan  apa yang  terjadi pada mereka dan meminta padanya agar memberikan  syafaat untuk mereka disisi  Allah swt dan  mereka berkata kepadanya: "Kami melihat apa yang naik dari ibadahmu seperti apa yang dilakukan oleh seluruh manusia maka berilah kami syafaat disisi Allah swt, maka Nabi Idris عليه السلام melaksanakan apa yang mereka minta dan Allah swt memberikan mereka pilihan antara adzab dunia atau adzab akhirat yang akan mereka tempuh dan mereka memilih adzab dunia. Lalu mereka  diadzab di daerah Babilon (negeri  Irak sekarang ini, red) pada suatu lubang  sumur dengan digantung dari rambut mereka dengan kepala  terbalik pada  sebuah rantai dari  besi dan diadzab dengan  rasa haus padahal  jarak antara  lidah mereka dan air hanyalah sedikit sekali seperti ukuran jari  saja.

Seluruh asap yang ada didunia masuk ke hidung mereka sebagai  tambahan adzab bagi mereka. Kedua , mata mereka menjolor  keluar dan  wajah mereka hitam. Dengan  keadaan seperti inilah mereka  dihukum sampai hari kiamat  tiba.

 

Dikisahkan pula  seorang manusia dari penduduk Babilon mendatangi mereka karena ingin mempelajari ilmu sihir  dan tatkala  ia masuk  ingin menemui mereka berdua, dia pun melihat mereka berdua seperti  apa yang telah karni kisahkan seraya mengucapkan dua kalimat syahadat dan keduanya mendengarkan apa yang diucapkan olehnya dan  berkata:  "Dari  umat manakah  kamu?" 

Dia menjawab  "Dan  umat Muhammad saw  ." 

Mereka  bertanya  lagi  "Apakah Muhammad telah  diutus?" 

Dia menjawab:  "Ya”

Mereka  pun  berucap ”Alhamdulillah "  dan  menampakkan keceriaan dan orang itu  berkata:  "Kenapa anda menampakkan keceriaan  ketika disebutkan nama Nabi Muhammad saw."

Mereka menjawab:”Ya, sebab dia adalah Nabi  yang diutus di akhir zaman dan telah dekatlah masa pembebasan kami"

 

Tidak diperbolehkan bagi kita untuk merujuk kepada cerita-cerita yang dikatakan mereka itu tentang malaikat yang bertentangan dengan kemaksuman mereka. Para malaikat tidaklah maksiat kepada Allah terhadap apa yang diperintahkan kepada mereka dan mereka pun melakukan apa-apa yang diperintahkan-Nya, firman Allah swt :
وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا سُبْحَانَهُ بَلْ عِبَادٌ مُكْرَمُونَ , لَا يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ
”dan mereka berkata: "Tuhan yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak", Maha suci Allah. sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan[957],Mereka itu tidak mendahului-Nya dengan Perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintahNya. (QS. Al Anbiya (21) : 26 – 27)

[957] Ayat ini diturunkan untuk membantah tuduhan-tuduhan orang-orang musyrik yang mengatakan bahwa malaikat-malaikat itu anak Allah.

 

 وَلَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ عِنْدَهُ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ, يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ

“ dan kepunyaan-Nya-lah segala yang di langit dan di bumi. dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih.Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.” (QS. Al Anbiya (21) : 19 – 20)

 (Fatawa Al Azhar juz VII hal 436)

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 15 dari 36