ARTIKEL ISLAM
Kisah Nabi Dawud alaihi salam | Kisah Nabi Dawud alaihi salam |
|
|
|
| Rabu, 27 Januari 2010 | ||
|
Allah swt berfirman: يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ ”Wahai Dawud, sesungguhnya Kami rnenjadikan kamu Khalifah (penguasa) di muka bumi. " (Qs. Shaad (38):26).
Menurut Wahab bin Munabbih, Dawud عليه السلام ini nama lengkapnya adalah Dawud bin 'Isya bin 'Uqad, termasuk anak cucunya Al Khalil Ibrahim عليه السلام yaitu melalui jalur keturunan Nabi Ishaq عليه السلام. Kata ”Dawud” (داود) di dalam Al Qur’an terdapat 16 kali a.l.pada QS 21:79-80:
فَفَهَّمْنَاهَا سُلَيْمَانَ وَكُلًّا آَتَيْنَا حُكْمًا وَعِلْمًا وَسَخَّرْنَا مَعَ دَاوُودَ الْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَالطَّيْرَ وَكُنَّا فَاعِلِينَ وَعَلَّمْنَاهُ صَنْعَةَ لَبُوسٍ لَكُمْ لِتُحْصِنَكُمْ مِنْ بَأْسِكُمْ فَهَلْ أَنْتُمْ شَاكِرُونَ Maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat)[966]; dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan Hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. dan kamilah yang melakukannya.dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah). QS Al Anbiya’ (21):79-80 [966] Menurut riwayat Ibnu Abbas bahwa sekelompok kambing telah merusak tanaman di waktu malam. Maka yang mempunyai tanaman mengadukan hal ini kepada Nabi Daud عليه السلام, Nabi Daud memutuskan bahwa : kambing-kambing itu harus diserahkan kepada yang mempunyai tanaman sebagai ganti tanam-tanaman yang rusak. tetapi Nabi Sulaiman عليه السلام memutuskan supaya kambing-kambing itu diserahkan Sementara kepada yang mempunyai tanaman untuk diambil manfaatnya. dan orang yang mempunyai kambing diharuskan mengganti tanaman itu dengan tanam-tanaman yang baru. apabila tanaman yang baru telah dapat diambil hasilnya, mereka yang mepunyai kambing itu boleh mengambil kambingnya kembali, putusan Nabi Sulaiman عليه السلام. ini adalah keputusan yang tepat.
Ibnu Katsir menceritakan, sepeninggalnya Thalut (juga mertua Nabi Dawud عليه السلام ) tahta kerajaan dilimpahkan kepada Dawud عليه السلام. Maka Dawud menjadi Nabi sekaligus raja. Karena Allah swt telah mengumpulkan kerajaan dan kenabian di dalam dirinya. Saat itu, dia masih berumur empat puluh tahun. Dalam hal ini, Allah swt telah berfirman: وَشَدَدْنَا مُلْكَهُ وَآَتَيْنَاهُ الْحِكْمَةَ وَفَصْلَ الْخِطَابِ "Kami kuatkan kerajaannya. Dan Kami berikan kepadanya hikmah dan kebijaksanaan dalam rnenyelesaikan perselisihan. " Qs. Shaad (38):20).
Setelah beliau resmi diangkat menjadi raja Bani Isra'il, beliau melancong ke Baitul Maqdis (Palestina). Dalam periodenya, banyak wilayah yang berhasil ditaklukkan. Di antara wilayah tersebut adalah Syiria, Palestina, kota Amman, Halb, Nashibin, Hamah, 'Antab dan Urdun. Wilayah-wilayah ini sebelumnya dikuasai oleh kaum 'Amaliq.
Mengenai Dawud عليه السلام , As-Suddi menuturkan bahwa Allah swt memberikan beberapa keutamaan dan kemuliaan serta kenabian pada Dawud عليه السلام, selain itu Allah juga menurunkan Kitab Zabur kepadanya. Bahkan Allah menganugerahkan suara yang sangat merdu pada Dawud عليه السلام. Sehingga Dawud عليه السلام mampu membacakan Zabur dengan tujuh puluh macam irama lagu. Jika suaranya diperdengarkan pada orang demam atau orang sakit, maka dia akan sembuh. Begitu juga jika Dawud عليه السلام membaca Zabur di tempat terbuka, maka semua makhluk, mulai manusia, jin, binatang buas dan burung berkumpul mengelilinginya. Mereka ingin mendengarkan suaranya. Karena ingin mendengar merdunya suara Dawud عليه السلام, angin yang berhembus menjadi tertahan dan air yang sedang mengalir pun menjadi berhenti.
Menurut Ibnu 'Abbas, Dawud عليه السلام merupakan raja yang paling berpengaruh di muka bumi. Singgasananya, setiap malam, selalu dijaga oleh 30.000 satuan pengamanan yang gagah berani dari kaum Bani Isra'il. Mukjizat Dawud عليه السلام lainnya, Allah menganugerahkan kepada Dawud عليه السلام agar bisa melunakkan besi yang keras. Di tangannya besi menjadi lunak. Dia bahkan dapat melunak-lunakkannya laksana adonan roti. Dengan besi itu, Dawud عليه السلام membuat baju tameng. Dia adalah orang yang pertama kali membuat baju tameng dari besi. Sebelumnya orang-orang biasa menggunakan papan untuk tameng ketika perang. Dengan kemampuannya itu, Dawud عليه السلام membuat baju besi sesuai dengan kebutuhannya. Baju itu dijual seharga 6000 dirham. Dari hasil bisnis baju besi itulah, Dawud عليه السلام mencukupi kebutuhannya. Allah وَأَلَنَّا لَهُ الْحَدِيدَ ”Dan Kami telah melunakkan besi untuknya." QS Saba' (34):10)
Dan firman-Nya, وَعَلَّمْنَاهُ صَنْعَةَ لَبُوسٍ لَكُمْ لِتُحْصِنَكُمْ مِنْ بَأْسِكُمْ فَهَلْ أَنْتُمْ شَاكِرُونَ ” dan telah Kami ajarkan kepada Dawud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah). (Qs. Al Anbiyaa' (21): 80).
Hasilnya dia berikan untuk mencukupi kebutuban keluarga. Dan sisanya baru disedekahkan pada orang lain. Dia tidak pernah menimbun harta dari hasil bisnis baju besi itu walaupun sedikit.
As-Suddi menceritakan, suatu hari Dawud عليه السلام berjalan tidak tahu arah di pasar-pasar. Dia terus bertanya kepada setiap orang yang ditemuinya tentang arah perjalanannya. Sampai akhirnya dia bertemu dengan Jibril. Setelah seperti biasa dia menanyakan tentang arah perjalanannya, Jibril berkata, "Sesungguhnya Dawud merupakan hamba Allah yang paling baik. Hanya saja dia pernah memakan harta dari baitul mal (kas negara)." Mendengar pernyataan orang tersebut, Nabi Dawud عليه السلام tersentuh hatinya, beliau berdoa, "Ya Allah, aku memohon kepadarnu agar mengajariku cara memproduksi barang. Dengannya, aku akan membelanjakan untuk keperluan sehari-hariku." Allah mengabulkan doanya (dept it/data-jatiqo) |
||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Buku Gus Arifin








