Random Al Qur'an

Login Form






Lupa Kata Sandi?
Belum memiliki akun? Daftar

Random News

Doa untuk memasuki Rumah Baru
1. Membaca Surat Al Baqarah (lengkap)2. (Afdhal) Membaca surat Ali Imran (Lengkap)3. Membaca Alfatiha4. Membaca Ayat Kursi 7 X5. Membaca Surat Al...
Persoalan Dalam Kitab Nikah
Serpong (aai-news):Ada yang menarik dari pengajian malam jum'at (30/4/09) di Masjid Nurul Hikmah, sebab tema pengajian yang biasanya adalah...
Waqaf dan Iklan Parpol
Dalam Iklan salah satu Partai Politik : "Saya bersumpah dan mewakafkan sisah hidup ini untuk ikut menyejahterahkan rakyat...
Home
Ibadah itu apa?
Senin, 31 Agustus 2009

Apa yang dimaksud dengan Ibadah ?

Firman Allah swt  :

 

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

(Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku) (QS Ad Dzariyat (51):56 )

 

Tafsir :

(Tafsir Jalalain)

ولا ينافي ذلك عدم عبادة الكافرين لأن الغاية لا يلزم وجودها كما في قولك : بريت هذا القلم لأكتب به فإنك قد لا تكتب به

Pengertian dalam ayat ini sama sekali tidak bertentangan dengan kenyataan, bahwa orang-orang kafir tidak menyembah-Nya. Karena sesungguhnya tujuan dari ayat ini tidaklah memastikan keberadaannya. Perihalnya sama saja dengan pengertian yang terdapat di dalam perkataanmu, "Aku runcingkan pena ini supaya aku dapat menulis dengannya." Dan kenyataannya terkadang anda tidak menggunakannya.

 

Tafsir Departemen Agama RI:

Ayat ini menegaskan bahwa Allah swt tidaklah menjadikan jin dan manusia melainkan untuk mengenal Nya dan supaya menyembah Nya. Hal ini diterangkan juga dalam hadis Qudsi yang diriwayatkan oleh Mujahid, yang berbunyi sebagai berikut:

 

كنت كنزا مخفيا فأردت أن أُعْرَفَ فخلقت الخلق فبي عرفوني

Aku laksana perbendaharaan yang tersembunyi, lalu Aku ingin supaya diketahui, maka kujadikanlah makhluk, maka dengan adanya (ciptaan-Ku) itulah mereka mengetahui-Ku. (lihat Tafsir AI Maragi hal. 13, juz 27, jilid IX).

 

Firman Allah swt:

 

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Tidaklah mereka itu diperintahkan untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (Q.S. At Taubah: 31)

 

Pendapat tersebut sama dengan pendapat Az Zajjaj, tetapi ahli tafsir yang lain berpendapat bahwa maksud ayat tersebut ialah bahwa Allah swt tidak menjadikan jin dan manusia kecuali untuk tunduk kepada-Nya dan untuk merendahkan diri. Maka setiap makhluk, baik jin atau manusia wajib tunduk kepada peraturan Tuhan, merendahkan diri terhadap kehendak-Nya. Menerima apa yang Ia takdirkan, mereka dijadikan atas kehendak-Nya dan diberi rezeki sesuai dengan apa yang telah Ia tentukan. Tak seorang pun yang dapat memberikan manfaat atau mendatangkan mudarat karena kesemuanya adalah dengan kehendak Allah swt.

Ayat tersebut menguatkan perintah mengingat Allah swt dan menghimbau manusia supaya melakukan ibadah kepada Allah semata.

 

 

Tafsir Ibn Katsir :

أي إنما خلقتهم لآمرهم بعبادتي لا لاحتياجي إليهم وقال علي بن أبي طلحة عن ابن عباس " إلا ليعبدون" أي إلا ليقروا بعبادتي طوعا أو كرها وهذا اختيار ابن جرير . وقال ابن جريج إلا ليعرفون وقال الربيع بن أنس " إلا ليعبدون " أي إلا للعبادة وقال السدي من العبادة ما ينفع ومنها ما لا ينفع " ولئن سألتهم من خلق السموات والأرض ليقولن الله " هذا منهم عبادة وليس ينفعهم مع الشرك . وقال الضحاك : المراد بذلك المؤمنون.

Maksudnya Aku ciptakan dengan tujuan untuk menyuruh mereka beribadah kepada-Ku, bukan karena Aku membutuhkan mereka. Mengenai firman Allah swt, إِلَّا لِيَعْبُدُونِ - 'Melainkan supaya mereka bertbadah kepadu-Ku. "

 'Ali bin Abi Talhah meriwayatkan dari Ibnu'Abbas: "Artinya, melainkan supaya mereka mau tunduk beribadah kepada- Ku, baik secara sukarela maupun terpaksa. Dan itu pula yang menjadi pilihan Ibnu Jarir.

 

Sedangkan Ibnu Juraij menyebutkan: "Yakni, supaya mereka mengenal-Ku."

Dan masih mengenai firman-Nya, إِلَّا لِيَعْبُدُونِ 'Melaiinkan supaya mereka beribadah kepadaKU. " Ar-Rabi' bin Anas mengatakan: "Maksudnya tidak lain kecuali untuk beribadah." As-Suddi mengemukakan: "Di antara ibadah itu ada yang bermanfaat dan ada pula yang tidak bermanfaat." Allah swt  berfirman:

 

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ

 "Dan sesungguhnya jika engkau tanyakan kepada mereka: 'Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?' Tentu mereka akan menjawab: 'Allah. '" (QS. Luqman (31): 25).

 

Ibadah mereka yang disertai dengan kesyirikan itu sama sekali tidak mendatangkan manfaat bagi mereka. Adh-Dhahhak mengatakan: "Dan yang dirnaksudkan dengan hal itu adalah orang-orang yang beriman."

 

 

Hadits Nabi Muhammad saw :

 

حَدَّثَنِي أَبِي عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيدُ سَوَادِ الشَّعَرِ لَا يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ وَلَا يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنْ الْإِسْلَامِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْإِسْلَامُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ وَتَصُومَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنْ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيلًا قَالَ صَدَقْتَ قَالَ فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ

 قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ الْإِيمَانِ قَالَ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ قَالَ صَدَقْتَ

قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ الْإِحْسَانِ قَالَ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ قَالَ

فَأَخْبِرْنِي عَنْ السَّاعَةِ قَالَ مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنْ السَّائِلِ قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَتِهَا قَالَ أَنْ تَلِدَ الْأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُونَ فِي الْبُنْيَانِ قَالَ ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيًّا ثُمَّ قَالَ لِي يَا عُمَرُ أَتَدْرِي مَنْ السَّائِلُ قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ فَإِنَّهُ جِبْرِيلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِينَكُمْ (رواه مسلم)

Umar bin Khahthab رضي الله عنه. berkata, "Ketika kami duduk bersama Rasulullah saw., tiba-tiba seseorang muncul. Dia mengenakan pakaian yang amat putih, rambutnya sangat hitam, dan tidak tampak pada dirinya bekas bepergian. Lalu, dia duduk di hadapan Nabi saw. Dia menyentuhkan dua lututnya dengan dua lutut Nabi, dan meletakkan dua tangannya di atas dua pahanya. Dia berkata, 'Ya Muhammad, beri tahu aku tentang Islam?'

Rasulullah menjawab, 'Islam adalah hendaknya engkau bersaksi tiada tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah. Kamu melaksanakan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan melaksanakan haji ke Baitullah jika mampu. Dia berkata, 'Engkau benar.'

Kami heran, karena dia yang bertanya kepada Rasulullah, lalu dia yang membenarkannya.

 

Dia berkata, 'Beri tahu aku tentang iman.

Rasulullah menjawab, 'Hendaknya engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat, kitab-kitab suci, para Rasul, hari akhir, dan takdir yang baik dan buruk.'

Dia berkata, 'Engkau benar.'

Dia berkata, 'Beri tahu aku tentang ihsan.'

Rasulullah menjawab, 'Hendaknya kamu beribadah kepada Allah, seolah-olah kamu melihat-Nya. Jika kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.'

Dia berkata, 'Beri tahu aku tentang hari Kiamat.'

Rasulullah menjawab, 'Orang yang ditanya tidak lebih mengerti daripada orang yang bertanya.'

Dia berkata, 'Beri tahu aku tentang tanda-tandanya.'

Rasulullah menjawab, 'Seorang budak wanita melahirkan tuannya, kamu lihat orang-orang yang tidak beralas kaki (orang faqir) yang menggembala kambing berlomba-lomba dalam membangun.'

Kemudian laki-laki itu pergi. Aku terdiam beberapa saat. Setelah itu,  Rasulullah bertanya, 'Hai Umar, tahukah kamu, siapakah orang yang bertanya tadi?'

Aku menjawab, 'Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.' Rasulullah bersabda, 'Dia adalah Malaikat Jibril. Dia datang untuk mengajarkan urusan agamamu." (Shaihih Muslim)

(juga diriwayatkan oleh Bukhari, Tirmidzi, Ahmad dengan teks yang kurang lebih sama)

 

Ibadah ini terbagi dua:

Ibadah Mahdlah, yaitu yang bertalian dengan hak Allah swt semata-mata. Seperti shalat, puasa, haji dsb. Pelaksanaan ibadah mahdlah ini sepenuhnya bersifat tauqifiy, artinya sepenuhnya harus mengikuti petunjuk Rasul. Misalnya puasa, maka tidak boleh kita lakukan di malam hari agar pekerjaan kita di siang hari tidak terganggu. Demikian pula halnya dengan pelaksanaan tawaf.

 

Ibadah Ghairu Mahdlah, yaitu ibadah yang ada hubungannya dengan kepentingan masyarakat, seperti shodaqoh. Di sini kita boleh memikirkan bagaimana pelaksanaannya sebaik-baiknya.(jatiqo-it dept)

 
Fiqh Puasa
Sabtu, 29 Agustus 2009

Wanita Hamil dan Menyusui boleh tidak berpuasa?


Boleh karena ada keringanan (Rukhsha), jadi boleh tidak berpuasa

dalam Kitab Sunan Abu Daud Kitab Puasa bab 43

الفَرْعُ الثَّالِثُ : الحَبْلُ وَالْإِرْضَاعُ،عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكِ عَنْ رَجُلٍ عَنِ ابْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ كَعْبٍ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّ اللهَ وَضَعَ سَفَرَ الصَّلاَةِ عَنِ الْمُسَافِرِ وَأَرْخَصَ لَهُ فِى الْإِفْطَارِ وَأَرْخَصَ فِيْهِ لِمُرْضِعٍ وَحُبْلَى خَافَتَا عَلَى وَلَدِهِمَا. أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُوْدَ.

"Cabang yang ketiga: Tentang orang hamil dan menyusui. Dari Anas bin Malik dari seorang laki-laki dari Ibnu Abdillah bin Ka'ab bahwasannya Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya Allah telah meletakkan shalat dalam perjalanan bagi musafir dan Allah telah memberi keringanan bagi musafir dalam berbuka dan Allah telah memberi keringanan berbuka pada orang menyusui dan orang hamil karena menghawatirkan atas anak keduanya". Diriwayatkan oleh Abu Daud.

 

Baca lebih lanjut...
 
Hadits-hadits mengenai Ramadhan
Jumat, 21 Agustus 2009

 

Hadits 1: Ramadhan = Sayyidus Syuhur

عَنْ أَبِيْ إِسْحَاقَ، عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ، قَالَ: قَالَ عَبْدُ اللَّهِ:"سَيِّدُ الشُّهُوْرِ رَمَضَانُ، وَسَيِّدُ الأَيَّامِ يَوْمُ الْجُمُعَةِ".(المعجم الكبير الطبراني) (ابن أبى شيبة ، وعبد الرزاق ، والبيهقى فى شعب الإيمان عن ابن مسعود موقوفًا) أخرجه ابن أبى شيبة (1/477 ، رقم 5509) ، وعبد الرزاق (4/307 ، رقم 7894) ، والبيهقى فى شعب الإيمان(3/314 ، رقم 3638) .

Dari  Abi Ishaq, dari Abi Ubaidah berkata : berkata Rasulullah  saw: Sayyidus Syuhur adalah bulan Ramadan dan Sayyidul Ayyâm adalah hari Jum'at ( Mu'jam Kabîr at-Tabarâni, Syu’ab al-Îmân li al-Baihaqî)

 


 

Baca lebih lanjut...
 
Khutbah Nabi Muhammad SAW menyambut Ramadhan
Jumat, 14 Agustus 2009

عَنْ سَلْمَانَ ، قَالَ : خَطَبَنَا رَسُولُ اللَّهِ  فِي آخِرِ يَوْمٍ مِنْ شَعْبَانَ ، فَقَالَ : أَيُّهَا النَّاسُ ، قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيمٌ ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ ، شَهْرٌ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ، جَعَلَ اللَّهُ صِيَامَهُ فَرِيضَةً ، وَقِيَامَ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا ، مَنْ تَقَرَّبَ فِيهِ بِخَصْلَةٍ مِنَ الْخَيْرِ ، كَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيضَةً فِيمَا سِوَاهُ ، وَمَنْ أَدَّى فِيهِ فَرِيضَةً ، كَانَ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِينَ فَرِيضَةً فِيمَا سِوَاهُ ، وَهُوَ شَهْرُي الصَّبْرِ ، وَالصَّبْرُ ثَوَابُهُ الْجَنَّةُ ، وَشَهْرُ الْمُوَاسَاةِ ، وَشَهْرٌ يَزْدَادُ فِيهِ رِزْقُ الْمُؤْمِنِ ، مَنْ فَطَّرَ فِيهِ صَائِمًا كَانَ مَغْفِرَةً لِذُنُوبِهِ ، وَعِتْقَ رَقَبَتِهِ مِنَ النَّارِ ، وَكَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْتَقِصَ مِنْ أَجْرِهِ شَيْءٌ قَالُوا : لَيْسَ كُلُّنَا نَجِدُ مَا يُفَطِّرُ الصَّائِمَ فَقَالَ : يُعْطِي اللَّهُ هَذَا الثَّوَابَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا عَلَى تَمْرَةٍ ، أَوْ شَرْبَةِ مَاءٍ ، أَوْ مَذْقَةِ لَبَنٍ ، وَهُوَ شَهْرٌ أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ ، وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ ، وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ ، مَنْ خَفَّفَ عَنْ مَمْلُوكِهِ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ ، وَأَعْتَقَهُ مِنَ النَّارِ ، وَاسْتَكْثِرُوا فِيهِ مِنْ أَرْبَعِ خِصَالٍ : خَصْلَتَيْنِ تُرْضُونَ بِهِمَا رَبَّكُمْ ، وَخَصْلَتَيْنِ لا غِنًى بِكُمْ عَنْهُمَا ، فَأَمَّا الْخَصْلَتَانِ اللَّتَانِ تُرْضُونَ بِهِمَا رَبَّكُمْ : فَشَهَادَةُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ ، وَتَسْتَغْفِرُونَهُ ، وَأَمَّا اللَّتَانِ لا غِنًى بِكُمْ عَنْهَا : فَتُسْأَلُونَ اللَّهَ الْجَنَّةَ ، وَتَعُوذُونَ بِهِ مِنَ النَّارِ ، وَمَنْ أَشْبَعَ فِيهِ صَائِمًا ، سَقَاهُ اللَّهُ مِنْ حَوْضِي شَرْبَةً لا يَظْمَأُ حَتَّى يَدْخُلَ الْجَنَّةَ

Dari Salman Al Farisi r.a   berkata: Rasûlullâh saw  berkhutbah di Akhir bulan Sya'ban : "Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allâh swt  telah menjadikan puasanya suatu fardu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’(sunnah).”

 

Baca lebih lanjut...
 
Nisfu Sya'ban
Sabtu, 01 Agustus 2009

Serpong (jatiqo-news):

Dalam rangka menyambut datangnya sayyidus syuhur..bulan penuh brokah, bulan Ramadhan, serangkaian acara akan diadakan oleh Gabungan Majelis Ta'lim At taqwa Nusa Indah Loka, Ar Rafiq cendana loka, Ar rahman Fedora, Nurul Hikmah Pakujaya, dan Al Ikhlas Cipondoh akan mengadakan dzikir pada hari Rabu tanggal 5 Agustus 2009, mulai sebelum Maghrib. Dan bertindak sebagai shahibul bayt adalah Majelis ta'lim dan DKM Ar Rafiq Cendana loka.

Acara Nisfu Sya'ban ini akan dipimpin oleh Rais Aam jam'iyah Tilawtil Qur'an, Gus Arifin. Sedangkan untuk Pengajian tanggal 2 Agustus 2009 akan diadakan di rumah Ir H Pudji Hartono (kompleks garuda Cipondoh) dengan materi khusus mengenai Ibadah Puasa. (jatiqo.dept it)

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 16 - 30 dari 38